Home » » cara kerja dan cara menggunakan termometer

cara kerja dan cara menggunakan termometer

Written By Unknown on Wednesday, 8 October 2014 | 04:03

Jenis termometer 

Ada beberapa jenis termometer. Sebelum memilihnya, sebaiknya pertimbangkan hal-hal berikut:
  • Termometer digital. Termometer yang satu inilah yang sering kita lihat dan gunakan. Memanfaatkan sensor panas elektrik untuk memeriksa suhu tubuh, termometer ini umum digunakan pada aksila (ketiak), oral (mulut) dan pada rektum (dubur).
  • Termometer telinga digital (membran timpani). Termometer ini memanfaatkan sinar inframerah untuk mengukur suhu tubuh melalui saluran telinga. Perlu diingat bahwa kotoran telinga atau saluran telinga yang melengkung dapat mengganggu keakuratannya.
  • Termometer empeng digital. Sesuai dengan namanya, bentuk termometer ini mirip dengan empeng bayi. Bayi hanya perlu menghisapnya untuk menggunakannya.
  • Termometer arteri temporalis. Termometer ini memanfaatkan scanner inframerah untuk mengukur suhu tubuh melalui arteri temporalis pada dahi.
Pedoman penggunaan termometer
adakalanya anda harus memperhatikan usia bayi anda sebelum menggunakan termometer.
  • Bayi di bawah 3 bulan. Gunakan termometer digital biasa dan ukur suhu pada bagian duburnya, ini lebih akurat daripada ketiak. Penelitian baru menunjukkan bahwa termometer arteri temporalis juga memberikan hasil yang cukup akurat pada bayi yang baru lahir.
  • Bayi 3 bulan sampai 4 tahun. Pemeriksan suhu di dubur tetap memberikan hasil yang terbaik untuk anak dibawah usia 3 tahun. Namun pada usia ini, pemeriksaan dengan termometer digital pada ketiak juga cukup akurat. Termometer arteri temporalis atau termometer empeng digital juga baik digunakan pada usia ini. Namun untuk menggunakan termometer telinga digital, sang anak harus berusia minimal 6 bulan. Jika Anda masih ragu dengan hasilnya, periksalah suhu duburnya.
  • Anak diatas 4 tahun. Anak-anak usia 4 tahun umumnya sudah bisa menggunakan termometer digital di mulut. Termometer digital biasa juga bisa digunakan pada ketiaknya. Termometer arteri temporalis atau termometer telinga digital juga baik digunakan pada usia ini.
anda dapat menggunakan termometer dengan metode yang berbeda, berikut beberapa metode penggunaan nya


  • Pada dubur. Aktifkan termometer digital biasa dan lumasi ujungnya dengan petroleum jelly. Baringkan terlentang bayi dan angkat pahanya, lalu masukkan termometer digital ke dalam dubur sedalam 1,3 cm sampai 2,5 cm. Tahan termometer hingga termometer sudah memberikan kode (biasanya nada) yang menandakan pengukuran sudah selesai. Cabut termometer dan lihat angkanya.
  • Pada mulut. Aktifkan termometer digital biasa. Tempatkan ujungnya di bawah lidah anak dan suruh dia menutup mulutnya. Jika termometer sudah memberi kode, cabut dan baca hasilnya. Jika anak baru saja selesai makan atau minum, tunggu setidaknya 30 menit sebelum melakukan pengukuran suhu di mulut. Jika terlihat anak Anda kesulitan menggunakan termometer di mulutnya (pernapasan terganggu), sebaiknya ganti dengan metode lain, misalnya pada ketiak.
  • Pada ketiak. Aktifkan termometer digital biasa. Pastikan Anda meletakkannya di bawah ketiak dan menyentuh kulit, bukan pakaian. Apit dengan erat hingga termometer memberikan kode. Lalu cabut dengan lembut dan baca hasilnya.
  • Pada telinga. Aktifkan termometer telinga digital. Perlahan tempatkan pada liang telinga anak Anda. Ikuti petunjuk yang disertakan pada kemasan termometer untuk memastikan Anda sudah tepat memasukkan termometer ke dalam liang telinga. Tahan sampai termometer memberikan kode bahwa pengukuran telah selesai. Cabut termometer dan baca hasilnya.
  • Pada arteri temporalis. Aktifkan termometer arteri temporalis. Sapukan termometer dengan lembut pada dahinya sampai termometer memberikan kode. Lalu angkat dan baca hasilnya.
kapan anda harus pergi ke dokter?
  • Berusia kurang dari 3 bulan dan suhu duburnya 38ºC atau lebih.
  • Berusia berusia 3-6 bulan dan suhunya mencapai 38,9ºC dan lekas marah, lesu dan gelisah atau tidak ada gejala lain namun suhunya lebih dari 38,9ºC.
  • Berusia 6-24 bulan dan suhunya lebih dari 38,9ºC yang sudah berlangsung lebih dari satu hari meskipun tidak menunjukkan gejala lain. Jika belum satu hari namun disertai dengan gejala seperti selesma, batuk atau diare, sebaiknya segera bawa ke dokter.
 source

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

view

Translate

Daftar isi





Flag Counter
diberdayakan oleh hary &. Powered by Blogger.

Blog Archive

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berbagi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger