Home » » Gempa & Tsunami Aceh sebuah konspirasi?

Gempa & Tsunami Aceh sebuah konspirasi?

Written By Unknown on Wednesday, 31 December 2014 | 19:08

Tentu masih teringat jelas peristiwa maha dasyat pada tanggal 26 desember 2004, sebuah bencana gempa & tsunami yang meluluhlantakan kota serambi mekah sehingga kota tersebut lumpuh karena di guncang gempa dengan kekuatan 6,4 SR sehingga memicu gelombang tsunami dengan tinggi 9 meter episentrum nya berada di simalue dan daratan sumatera namun, apakah ini murni bencana alam atau rekayasa semata? belakangan di ketahui bahwa tsunami Aceh adalah sebuah konspirasi Amerika semata. Amerika adalah aktor di balik musibah maha dasyat itu ( baca juga kedok amerika di balik tragedi tsunami). Berikut adalah fakta-fakta kejanggalan tentang tragedi tsunami.
  1. episentrum gempa yang berubah-ubah
          Pada hari itu BMG di Jakarta mengumumkan magnitude dan posisi gempa pada 115 Mil dibarat daya Aceh dengan kekuatan 6,4 SR. Belakangan, New York Times dan CNN melansir informasi lain. Mereka melaporkan posisi pusat gempa  berada pada 250 Mil selatan Aceh dengan kekutan 8,0 SR info tersebut di lansir bedasarkan  National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) tapi kemudian NOAA mengubah nya menjadi 8,5 dan di ubah lagi menjadi 8,9 terakhir menjadi 9,0. Hal yang menarik dan mencurigakan tentunya kenapa NOAA mengumumkan data magnitude dan episentrum yang berubah-ubah? dan yang lebih menarik lagi kenapa tidak ada peringatan akan gempa pada seismograf di indonesia? padahal gempa selalu di picu oleh frekuensi elektromagnetik pada 0.5 atau 12 Hertz, dan bukan merupakan sebuah proses yang terjadi secara mendadak seperti tsunami Aceh.  
         Dari kejanggalan tersebut timbulah spekulasi bahwa tsunami Aceh bukanlah karena suatu bencana alam biasa tapi karena adanya ledakan yang maha dasyat di sebabkan oleh senjata nuklir yang sebelum nya juga pernah terjadi di Alaska, apalagi di temukanya fakta bahwa sebagian besar mayat korban tsunami tersebut terbujur kaku dengan kulit berwarna hitam pekat seperti mayat korban bom atom Horosima-Nagasaki menguatkan indikasi adanya bahan kimia pasca ledakan.
2. Datang nya kapal-kapal perang Amerika.
Kapal perang Amerika begitu cepat datang ke Aceh pasca Tsunami, selain memasok bantuan mereka juga menjaga perairan Aceh agar peniliti tidak turun kesana. pasca tsunami, India dan Amerika mempunyai respon yang cepat terhadap bencana tersebut akan tetapi ada perbedaan yang mencolok di antara keduanya. Begitu mengetahui adanya Tsunami, India segera mengirimkan kapal Nirupak sebagai rumah sakit apung berkapasitas 50 tempat tidur.Lain hal nya dengan Amerika, mereka mengirimkan kapal perang USS Abraham Lincoln dengan jumlah marinir bersenjata 15.600 personil langsung diterjunkan  padahal angkatan laut Amerika mempunyai 2 kapal rumah sakit apung dengan kapasitas 1000 tempat tidur yaitu comfort dan mercy.
(kapal USS Abraham Lincoln)

3. Adanya keterkaitan HAARP
    kecurigaan adanya ledakan di lepas pantai barat Aceh adalah berkaitand dengan High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) sebuah riset oleh militer Amerika Serikat bekerja sama dengan ahli sains dunia yang bertujuan mendalami properti fisik dan elektrik bumi. Cara kerja HAARP secara umum adalah memancarkan frequensi sangat rendah atau very low frequency tetapi berdaya tinggi ke atmospfir. Lama-kelamaan di uji cobakan pada very high frequency dan setelah di uji cobakan sungguh sangat mencengagkan frequency ini dapat mengubah keadaan atmosfir yang berefek pada perubahan iklim yang extrim seperti kekeringan, banjir, badai salju, tornado serta gempa & tsunami. Pada 1 April 1946 telah dilakukan uji coba bom hidrogen di pimpin oleh Dr Edward Teller untuk menutupi kedok rencana ini maka di kumpulkan media dari berbagai negara yang telah di atur oleh Amerika untuk melaporkan bahwa kejadian tersebut adalah sebuah bencana alam biasa. Efek ledakan yang di timbulkan dari bom ini adalah gempa dan tsunami!.
Pada 1993, HAARP di mulai dan pada 2004 telah mencapai tahap beta dan siap di uji cobakan. Menjelang akhir 2004 mereka mengaktifkan gelombang radio bermilyar watt di arahkan ke lapisan atas atmosfir. Gelombang radio tersebut kemidian memantul kembali ke bumi dan jatuh di samudera Hindia di barat daya Aceh. gelombang tersebut kemudian menembus mantel bumi dan mengakibatkan gempa di sertai Tsunami.
Rekayasa bencana yang terjadi di kawasan yang dekat India tersebut memiliki dua motif sekaligus. pertama sebagai pesan kepada pemerintah india mengenai senjata nuklir nya. Yang kedua penguasaan minyak bumi yang terkandung di kawasan Aceh.

        
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

view

Translate

Daftar isi





Flag Counter
diberdayakan oleh hary &. Powered by Blogger.

Blog Archive

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berbagi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger