belut sawah, atau lindung (Monopterus albus) adalah sejenis ikan anggota suku Synbranchidae . Belut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi meningat permintaan pasar yang cukup besar. Selain permintaan di dalm negeri, belut juga di minati oleh negara-negara seperti : Korea, Jepang, China dan Malaisya.Cara Budidaya Belut akan cepat besar jika medianya cocok.Jika anda menggunakan bibit belut sawah yang kemudian di tangkar di media drum, anda harus membuat ekosistem tersebut senyaman mungkin seperti habitat asli nya. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat media lumpur sebagai tempat tinggal belut yang terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi,
pupuk TSP, dan mikroorganisme stater (EM4). Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam
dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma
stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering
setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.
Karena belut
tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai
ketinggian 15 cm dari media teratas. Anda juga bisa menambahkan eceng gondok sebagai
tempat bersembunyi belut agar seperti habitat asli nya. Eceng gondok harus menutupi kira-kira ¾ permukaan.
Bibit belut
tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu
agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber
pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik.
Setelah itu baru bibit dimasukkan.
Di alam, belut termasuk predator yang ganas. Belut memakan daging dari ikan atau hewan kecil seperti katak, hal ini perlu anda waspadai jika anda menagkar belut akan tetapi, sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak
terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih
anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut
berumur 10 bulan. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit
dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m.
Pakan yang
diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan
mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali
di atas pukul 17.00 karna belut berberu mangsa pada malam hari. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma
xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air.
Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang
biasanya belut bersembunyi.
Pelet ikan
dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya
ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan
belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya
5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang
diberikan sekitar 2 kg.



0 comments:
Post a Comment