Home » » cara pengakaran belut sawah

cara pengakaran belut sawah

Written By Unknown on Friday, 12 September 2014 | 07:05



belut sawah, atau lindung (Monopterus albus) adalah sejenis ikan anggota suku Synbranchidae . Belut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi meningat permintaan pasar yang cukup besar. Selain permintaan di dalm negeri, belut juga di minati oleh negara-negara seperti : Korea, Jepang, China dan Malaisya.Cara Budidaya Belut akan cepat besar jika medianya cocok.Jika anda menggunakan bibit belut sawah yang kemudian di tangkar di media drum, anda harus membuat ekosistem tersebut senyaman mungkin seperti habitat asli nya. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat media lumpur sebagai tempat tinggal belut yang  terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater (EM4). Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Anda juga bisa  menambahkan  eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut agar seperti habitat asli nya. Eceng gondok harus menutupi kira-kira ¾ permukaan.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.

Di alam, belut termasuk predator yang ganas. Belut memakan daging dari ikan atau hewan kecil seperti katak, hal ini perlu anda waspadai jika anda menagkar belut akan tetapi,  sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m.

Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00 karna belut berberu mangsa pada malam hari. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.



Share this article :

0 comments:

Post a Comment

view

Translate

Daftar isi





Flag Counter
diberdayakan oleh hary &. Powered by Blogger.

Blog Archive

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berbagi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger